Saturday, 27 July 2013

Dialog Rasulullah saw Dengan Iblis

Assalammualaikum wbt,

Perkongsian....
Bagi saya amat-amat penting bagi kita Umat Islam untuk Membacanya....
Serius, Sangat penting ^_^

Nak tau apa perkara yang boleh buat Iblis lemah dan terseksa? 
Nak tau apa perkara yang membinasakan Iblis?
Nak tau siapa musuh besar Iblis....?

Jom baca...

Kita hebat jadi Umat Nabi Muhammad saw ^_^

"...dan janganlah kamu ikut jejak langkah Syaitan; kerana sesungguhnya Syaitan itu ialah musuh yang terang nyata bagi kamu.''(Surah Al-Baqarah,ayat 168)


DIALOG RASULULLAH DAN IBLIS

Suatu ketika Allah SWT memerintahkan seorang Malaikat menemui Iblis agar menghadap Baginda Rasul saw untuk memberitahu segala rahasianya, baik yang disuka maupun yang dibencinya. Hal ini dimaksudkan untuk meninggikan derajat Nabi Muhammad saw dan juga sebagai peringatan dan perisai umat manusia.

Kemudian Malaikat itupun mendatangi Iblis dan berkata : “Hai Iblis! Engkau diperintah Allah untuk menghadap Rasulullah saw. Bukalah semua rahasiamu dan jawablah setiap pertanyaan Rasulullah dengan jujur. Jika engkau berdusta walau satu perkataanpun, niscaya akan terputus semua anggota badanmu, uratmu serta disiksa dengan azab yang amat pedih”.

Mendengar ucapan Malaikat yang dahsyat itu, Iblis sangat ketakutan, maka segera ia menghadap Rasulullah saw dengan menyamar sebagai orang tua yang buta sebelah matanya dan berjanggut putih 10 helai yang panjangnya seperti ekor lembu.

Iblis pun memberi salam sampai 3 (tiga) kali salam, Rasulullah saw tidak juga menjawabnya, maka Iblis berkata : “Ya Rasullullah! Mengapa engkau tidak menjawab salamku? Bukankah salam itu sangat mulia di sisi Allah?” Maka jawab Nabi dengan marah : “Hai musuh Allah! Kepadaku engkau menunjukkan kebaikanmu? Jangan kau coba menipuku sebagaimana kau tipu Nabi Adam as sehingga beliau keluar dari syurga, kau hasut Qabil sehingga ia tega membunuh Habil yang masih saudaranya sendiri, ketika sedang sujud dalam sembahyang kau tiup Nabi Ayub as dengan asap beracun sehingga beliau sengsara untuk beberapa lama, kisah Nabi Daud as dengan perempuan Urya, Nabi Sulaiman meninggalkan kerajaannya karena engkau menyamar sebagai isterinya dan begitu juga beberapa Anbiya dan pendeta yang telah menanggung sengsara akibat hasutanmu.

Hai Iblis! Sebenarnya salam itu sangat mulia di sisi Allah azza wa jalla, tapi aku diharamkan Allah menjawab salammu. Aku mengenalmu dengan baik wahai Iblis, Raja segala Iblis. Apa tujuanmu menemuiku?”.

Jawab Iblis : “Ya Nabi Allah! Janganlah engkau marah. Engkau dapat mengenaliku karena engkau adalah Khatamul Anbiya. Aku datang atas perintah Allah untuk memberitahu segala tipu dayaku terhadap umatmu dari zaman Nabi Adam as hingga akhir zaman nanti. Ya Nabi Allah! Setiap apa yang engkau tanya, aku bersedia menerangkan satu persatu dengan sebenarnya, aku tidak berani menyembunyikannya”.

Kemudian Iblispun bersumpah menyebut nama Allah dan berkata : “Ya Rasulullah! Sekiranya aku berdusta barang sepatahpun niscaya hancur leburlah badanku menjadi abu”.

Ketika mendengar sumpah Iblis itu, Nabipun tersenyum dan berkata dalam hatinya, inilah kesempatanku untuk menyiasati segala perbuatannya agar didengar seluruh sahabat yang ada di majlis ini dan menjadi perisai seluruh umatku.

Pertanyaan Nabi (1) :

“Hai Iblis! Siapakah musuh besarmu?”

Jawab Iblis : “Ya Nabi Allah! Engkaulah musuhku yang paling besar di antara musuh-musuhku di muka bumi ini”.

Kemudian Nabipun memandang muka Iblis dan Iblispun gemetar karena ketakutan. Sambung Iblis : “Ya Khatamul Anbiya! Aku dapat merubah diriku seperti manusia, binatang dan lain-lain hingga rupa dan suarapun tidak berbeda, kecuali dirimu saja yang tidak dapat aku tiru karena dicegah oleh Allah. Andaikan aku menyerupai dirimu, maka terbakarlah diriku menjadi abu.

Aku cabut iktikad / niat anak Adam supaya menjadi kafir karena engkau berusaha memberi nasihat dan pengajaran supaya mereka kuat untuk memeluk agama Islam, begitu juga aku berusaha menarik mereka kepada kekafiran, murtad atau munafik. Aku akan menarik seluruh umat Islam dari jalan yang benar menuju jalan yang sesat supaya masuk ke dalam neraka dan kekal di dalamnya bersamaku”.

Pertanyaan Nabi (2) :

“Hai Iblis! Apa yang kau perbuat terhadap makhluk Allah?”

Jawab Iblis : “Adalah satu kemajuan bagi perempuan yang merenggangkan kedua pahanya kepada lelaki yang bukan suaminya, setengahnya hingga mengeluarkan benih yang salah sifatnya. Aku goda semua manusia supaya meninggalkan sholat, berbuai dengan makanan dan minuman, berbuat durhaka, aku lalaikan dengan harta benda, emas, perak dan permata, rumahnya, tanahnya, ladangnya supaya hasilnya dibelanjakan ke jalan yang haram.

Demikian juga ketika pesta di mana lelaki dan perempuan bercampur. Di sana aku lepaskan godaan yang besar supaya mereka lupa peraturan dan akhirnya minum arak. Apabila terminum arak itu, maka hilanglah akal, fikiran dan malunya. Lalu aku ulurkan tali cinta dan terbukalah beberapa pintu maksiat yang besar, datang perasaan hasad dengki hingga perbuatan zina. Apabila terjadi kasih antara mereka, terpaksalah mereka mencari uang hingga menjadi penipu, peminjam dan pencuri.

Apabila mereka sadar akan kesalahan mereka lalu hendak bertaubat dan berbuat amal ibadah, akan aku rayu supaya mereka membatalkannya. Semakin keras aku goda supaya mereka berbuat maksiat dan mengambil isteri orang. Jika hatinya terkena godaanku, datanglah rasa ria’, takabur, iri, sombong dan melengahkan amalnya. Jika lidahnya yang tergoda, maka mereka akan gemar berdusta, mencela dan mengumpat. Demikianlah aku goda mereka setiap saat”.

Pertanyaan Nabi (3) :

“Hai Iblis! Mengapa engkau bersusah payah melakukan pekerjaan yang tidak mendatangkan faedah bahkan menambah laknat yang besar dan siksa yang besar di neraka yang paling bawah? Hai yang dikutuk Allah! Siapa yang menjadikanmu? Siapa yang melanjutkan usiamu? Siapa yang menerangkan matamu? Siapa yang memberi pendengaranmu? Siapa yang memberi kekuatan anggota badanmu?

Jawab Iblis : “Semuanya itu adalah anugerah dari Allah Yang Maha Besar. Tetapi hawa nafsu dan takabur membuatku menjadi jahat sebesar-besarnya. Engkau lebih tahu bahwa diriku telah beribu-ribu tahun menjadi Ketua seluruh Malaikat dan pangkatku telah dinaikkan dari satu langit ke langit yang lebih tinggi. Kemudian aku tinggal di dunia ini beribadah bersama para Malaikat beberapa waktu lamanya.

Tiba-tiba datang firman Allah SWT hendak menjadikan seorang Khalifah di dunia ini, maka akupun membantah. Lalu Allah menciptakan manusia yang pertama (Nabi Adam as) dan seluruh Malaikat diperintah supaya memberi hormat sujud kepada lelaki itu, hanya aku saja yang ingkar. Oleh karena itu, Allah murka kepadaku dan wajahku yang tampan rupawan dan bercahaya itu berubah menjadi keji dan menakutkan. Aku merasa sakit hati. Kemudian Allah menjadikan Adam raja di syurga dan dikaruniakan seorang permaisuri (Siti Hawa) yang memerintah seluruh bidadari. Aku bertambah dengki dan dendam kepada mereka.

Akhirnya aku berhasil menipu mereka melalui Siti Hawa yang menyuruh Adam memakan buah khuldi, lalu keduanya diusir dari syurga ke dunia. Keduanya berpisah beberapa tahun dan kemudian dipertemukan Allah (di Padang Arafah), hingga mereka mendapat beberapa orang anak. Kemudian kami hasut anak lelakinya Qabil supaya membunuh saudaranya Habil. Itupun aku masih belum puas dan berbagai tipu daya aku lakukan hingga hari kiamat kelak.

Sebelum engkau lahir ke dunia, aku beserta bala tentaraku dengan mudah dapat naik ke langit untuk mencuri segala rahasia, tulisan yang menyuruh manusia berbuat ibadah dan balasan pahala serta syurga mereka. Kemudian aku turun ke dunia dan memberitahu manusia yang lain tentang apa yang sebenarnya aku dapatkan dengan berbagai tipu daya hingga tersesat dengan berbagai kitab bid’ah dan kehancuran.

Tetapi ketika engkau lahir ke dunia ini, maka aku tidak diijinkan oleh Allah untuk naik ke langit dan mencuri rahasia karena banyak Malaikat yang menjaga di setiap lapisan pintu langit. Jika aku memaksa untuk naik, maka Malaikat akan melontarkan anak panah dari api yang menyala. Sudah banyak bala tentaraku yang terkena lontaran Malaikat itu dan semuanya terbakar menjadi abu, maka semakin beratlah pekerjaanku dan bala tentaraku untuk menjalankan tugas menghasut manusia”.

Pertanyaan Nabi (4) :

Rasullullah bertanya “Hai Iblis! Apa yang pertama kali kau tipu dari manusia?”

Jawab Iblis : “Pertama kali aku palingkan iktikad / niatnya, imannya kepada kafir dan juga dari segi perbuatan, perkataan, kelakuan atau hatinya. Jika tidak berhasil juga, akan aku tarik dengan cara mengurangi pahala. Lama-kelamaan mereka akan terjerumus mengikuti kemauanku”.

Pertanyaan Nabi (5) :

“Hai Iblis! Jika umatku sholat karena Allah, apa yang terjadi padamu?”

Jawab Iblis : “Sungguh penderitaan yang sangat besar. Gemetarlah badanku dan lemah tulang sendiku, maka aku kerahkan berpuluh-puluh iblis datang menggoda manusia pada setiap anggota badannya.

Beberapa iblis datang pada setiap anggota badannya supaya malas sholat, was-was, lupa bilangan raka’atnya, bimbang pada pekerjaan dunia yang ditinggalkannya, merasa terburu-buru supaya cepat selesai sholatnya, hilang khusyuknya, matanya senantiasa melirik ke kanan dan ke kiri, telinganya senantiasa mendengar percakapan orang dan bunyi-bunyi yang lain.

Beberapa iblis yang lain duduk di belakang badan orang yang sembahyang itu supaya tidak kuat sujud berlama-lama, penat waktu duduk tahiyat dan dalam hatinya selalu merasa terburu-buru supaya cepat selesai sholatnya, itu semua membuat berkurangnya pahala. Jika para iblis tidak dapat menggoda manusia itu, maka aku sendiri akan menghukum mereka dengan hukuman yang berat”.

Pertanyaan Nabi (6) :

“Jika umatku membaca Al-Qur’an karena Allah, apa yang terjadi padamu?”

Jawab Iblis : “Jika mereka membaca Al-Qur’an karena Allah, maka terbakarlah tubuhku, putuslah seluruh uratku lalu aku lari dan menjauh darinya”.

Pertanyaan Nabi (7) :

“Jika umatku mengerjakan haji karena Allah, bagaimana perasaanmu?”

Jawab Iblis : “Binasalah diriku, gugurlah daging dan tulangku karena mereka telah mencukupkan rukun Islamnya”.

Pertanyaan Nabi (8) :

“Jika umatku berpuasa karena Allah, bagaimana keadaanmu?”

Jawab Iblis : “Ya Rasulullah! Inilah bencana yang paling besar bahayanya buatku. Apabila masuk awal bulan Ramadhan, maka memancarlah cahaya Arasy dan Kursi, bahkan seluruh Malaikat menyambut dengan suka cita. Bagi orang yang berpuasa, Allah akan mengampunkan segala dosa yang lalu dan digantikan dengan pahala yang amat besar serta tidak dicatat dosanya selama dia berpuasa. Yang menghancurkan hatiku ialah segala isi langit dan bumi, yakni Malaikat, bulan, bintang, burung dan ikan-ikan semuanya siang malam memohonkan ampunan bagi orang yang berpuasa. Satu lagi kemudian orang berpuasa ialah dimerdekakan pada setiap masa dari azab neraka. Bahkan semua pintu neraka ditutup manakala semua pintu syurga dibuka seluas-luasnya dan dihembuskan angin dari bawah Arasy yang bernama Angin Syirah yang amat lembut ke dalam syurga. Pada hari umatmu mulai berpuasa, dengan perintah Allah datanglah sekalian Malaikat dengan garangnya menangkapku dan tentaraku, jin, syaitan dan ifrit lalu dipasung kaki dan tangan dengan besi panas dan dirantai serta dimasukkan ke bawah bumi yang amat dalam. Di sana pula beberapa azab yang lain telah menunggu kami. Setelah habis umatmu berpuasa, barulah aku dilepaskan dengan perintah agar tidak mengganggu umatmu. Umatmu sendiri telah merasa ketenangan berpuasa sebagaimana mereka bekerja dan bersahur seorang diri di tengah malam tanpa rasa takut dibandingkan bulan biasanya”.

Pertanyaan Nabi (9) :

“Hai Iblis! Bagaimana seluruh sahabatku menurutmu?”

Jawab Iblis : “Seluruh sahabatmu termasuk musuh besarku. Tiada upayaku melawannya dan tiada satupun tipu daya yang dapat masuk kepada mereka. Karena engkau sendiri telah berkata : “Seluruh sahabatku adalah seperti bintang di langit, jika kamu mengikuti mereka, maka kamu akan mendapat petunjuk”.

Sayyidina Abu Bakar al-Siddiq sebelum bersamamu, aku tidak dapat mendekatinya, apalagi setelah berdampingan denganmu. Dia begitu percaya atas kebenaranmu hingga dia menjadi wazirul a’zam. Bahkan engkau sendiri telah mengatakan jika ditimbang seluruh isi dunia ini dengan amal kebajikan Abu Bakar, maka akan lebih berat amal kebajikan Abu Bakar. Lagipula dia telah menjadi mertuamu karena engkau menikah dengan anaknya, Sayyidatina Aisyah yang juga banyak menghafal Hadits-haditsmu.

Adapun Sayyidina Umar bin Khatab, aku tidak berani memandang wajahnya karena dia sangat keras menjalankan hukum syariat Islam dengan seksama. Jika aku pandang wajahnya, maka gemetarlah seluruh tulang sendiku karena sangat takut. Hal ini karena imannya sangat kuat apalagi engkau telah mengatakan : “Jikalau ada Nabi sesudah aku, maka Umar boleh menggantikan aku”, karena dia adalah orang harapanmu serta pandai membedakan antara kafir dan Islam hingga digelar ‘Al-Faruq’.

Sayyidina Usman bin Affan, aku tidak bisa bertemu karena lidahnya senantiasa membaca Al-Qur’an. Dia penghulu orang sabar, penghulu orang mati syahid dan menjadi menantumu sebanyak 2 (dua) kali. Karena taatnya, banyak Malaikat datang menghampiri dan memberi hormat kepadanya karena Malaikat itu sangat malu kepadanya hingga engkau mengatakan : “Barangsiapa menulis Bismillaahirrahmaanirrahiim pada kitab atau kertas-kertas dengan tinta merah, niscaya mendapat pahala seperti pahala Usman mati syahid”.

Sayyidina Ali bin Abi Thalibpun aku sangat takut karena hebatnya dan gagahnya dia di medan perang, tetapi sangat sopan santun, alim orangnya. Jika iblis, syaitan dan jin memandang beliau, maka terbakarlah kedua mata mereka karena dia sangat kuat beribadah dan beliau adalah golongan orang pertama yang memeluk agama Islam serta tidak pernak menundukkan kepalanya kepada berhala. Bergelar ‘Ali Karamullahu Wajhahu” dimuliakan Allah akan wajahnya dan juga ‘Harimau Allah’ dan engkau sendiri berkata : “Akulah negeri segala ilmu dan Ali itu pintunya”. Lagipula dia menjadi menantumu, aku semakin ngeri kepadanya”.

Pertanyaan Nabi (10) :

“Bagaimana tipu dayamu kepada umatku?”

Jawab Iblis : “Umatmu itu ada 3 (tiga) macam. Yang pertama, seperti hujan dari langit yang menghidupkan segala tumbuhan yaitu ulama yang memberi nasihat kepada manusia supaya mengerjakan perintah Allah dan meninggalkan laranganNya seperti kata Jibril as : “Ulama itu adalah pelita dunia dan pelita akhirat”. Yang kedua, umat tuan seperti tanah yaitu orang yang sabar, syukur dan ridha dengan karunia Allah. Berbuat amal saleh, tawakal dan kebajikan. Yang ketiga, umatmu seperti Fir’aun, terlampau tamak dengan harta dunia dan dihilangkan amal akhirat, maka akupun bersuka cita lalu masuk ke dalam badannya, aku putarkan hatinya ke lautan durhaka dan aku ajak kemana saja mengikuti kemauanku. Jadi dia selalu bimbang kepada dunia dan tidak mau menuntut ilmu, tidak pernah beramal saleh, tidak mau mengeluarkan zakat dan malas beribadah.

Lalu aku goda agar manusia minta kekayaan lebih dulu dan apabila diizinkan Allah dia menjadi kaya, maka aku rayu supaya lupa beramal, tidak membayar zakat seperti Qarun yang tenggelam dengan istana mahligainya. Bila umatmu terkena penyakit tidak sabar dan tamak, dia selalu bimbang akan hartanya dan berangan-angan hendak merebut kemewahan dunia, benci dan menghina kepada yang miskin, membelanjakan hartanya untuk kemaksiatan”.

Pertanyaan Nabi (11) :

“Siapa yang serupa denganmu?”

Jawab Iblis : “Orang yang meringankan syariatmu dan membenci orang yang belajar agama Islam”.

Pertanyaan Nabi (12) :

“Siapa yang membuat mukamu bercahaya?”

Jawab Iblis : “Orang yang berdosa, bersumpah bohong, saksi palsu dan suka ingkar janji”.

Pertanyaan Nabi (13) :

“Apa yang kau rahasiakan dari umatku?”

Jawab Iblis : “Jika seorang Muslim buang air besar dan tidak membaca do’a terlebih dahulu, maka aku gosok-gosokkan najisnya sendiri ke badannya tanpa dia sadari”.

Pertanyaan Nabi (14) :

“Jika umatku bersatu dengan isterinya, apa yang kau lakukan?”

Jawab Iblis : “Jika umatmu hendak bersetubuh dengan isterinya dan membaca do’a pelindung syaitan, maka aku lari dari mereka. Jika tidak, aku akan bersetubuh dahulu dengan isterinya dan bercampurlah benihku dengan benih isterinya. Jika menjadi anak, maka anak itu akan gemar berbuat maksiat, malas pada kebaikan, durhaka. Ini semua karena kealpaan ibu bapaknya sendiri. Begitu juga jika mereka makan tanpa membaca Bismillah, aku santap makanannya lebih dulu daripadanya. Walaupun mereka makan, tidaklah mereka merasa kenyang”.

Pertanyaan Nabi (15) :

“Apa yang dapat menolak tipu dayamu?”

Jawab Iblis : “Jika berbuat dosa, maka cepat-cepatlah bertaubat kepada Allah, menangis menyesal akan perbuatannya. Apabila marah, segeralah mengambil air wudhu’, maka padamlah marahnya”.

Pertanyaan Nabi (16) :

“Siapakah orang yang paling engkau sukai?”

Jawab Iblis : “Lelaki dan perempuan yang tidak mencukur atau mencabut bulu ketiak atau bulu ari-ari (bulu kemaluan) selama 40 hari. Di situlah aku mengecilkan diri, bersarang, bergantung, berbuai seperti pijat pada bulu itu”.

Pertanyaan Nabi (17) :

“Hai Iblis! Siapakah saudaramu?”

Jawab Iblis : “Orang yang tidur meniarap / telungkup, orang yang matanya terbuka di waktu Subuh tetapi menyambung tidur lagi. Lalu aku lenakan dia hingga terbit fajar. Demikian juga pada waktu Dzuhur, Asar, Maghrib dan Isya’, aku beratkan hatinya untuk sholat”.

Pertanyaan Nabi (18) :

“Apa yang dapat membinasakan dirimu?”

Jawab Iblis : “Orang yang banyak menyebut nama Allah, bersedekah dengan tidak diketahui orang, banyak bertaubat, banyak tadarus Al-Qur’an dan sholat tengah malam”.

Pertanyaan Nabi (19) :

“Hai Iblis! ?” Apa yang dapat memecahkan matamu?”

Jawab Iblis : “Orang yang duduk di dalam masjid dan beri’tikaf di dalamnya”.

Pertanyaan Nabi (20) :

“Apa lagi yang dapat memecahkan matamu?”

Jawab Iblis : “Orang yang taat kepada kedua ibu bapaknya, mendengar kata mereka, membantu makan, pakaian mereka selama mereka hidup, karena engkau telah bersabda : Syurga itu di bawah tapak kaki ibu”.

(Sumber: KH. Abdullah Gymnastiar, Muhasabah Kiat Sukses Introspeksi Diri, Penerbit Difa Press, September 2006

Tuesday, 23 July 2013

BERSUGI (BERMISWAK)

Menurut Ibnu Abbas,Nabi SAW bersabda, yang bermaksud:

"Bersugilah kamu,sesungguhnya di dalamnya terdapat kebaikan untuk mulut dan keredhaan dari ALLAH S.W.T."
(H.RBukhari dan Muslim)

Setelah melihat hasil & kesannya terhadap diri serta rakan-rakan sejak dibangku sekolah lagi, saya terpanggil untuk share sedikit tentang Amalan Sunnah Baginda SAW ini,
BERSUGI (BERMISWAK)…

(Xpa, maybe dah ramai yang share tentang ni kan, saya pun nak share juga ^_^ )

Kayu Sugi  adalah diperbuat daripada akar pokok "Araak"(Salvadora Persica).

Yang mana ia telah digunakan sejak zaman Rasulullah saw, sebagai alat untuk membersihkan mulut.

Di sini ingin saya kongsikan juga tentang beberapa adab bersugi.

Adab Bersugi:

1)Niat bersugi untuk kebersihan diri dan keredhaan ALLAH S.W.T.

2)Baca BISMILLAH dan SELAWAT.

3)Basuh berus sugi sebelum dan selepas digunakan.

Saya juga nak share yang kita tidak digalakkan untuk
baring semasa bersugi dan bersugi di dalam tandas (tempat buang air besar & ait kecil).
Rasionalnya, antara adab bersugi adalah membaca Basmallah & Selawat Sebelum Bersugi, perbuatan ini adalah tidak manis jika dibuat di dalam tandas.

Penjagaan Kayu Sugi:

1)Elakkan dari meletakkan kayu sugi dalam keadaan melintang atau berbaring. Meletakkan kayu sugi dalam keadaan berdiri atau tegak adalah lebih elok.

2)Elakkan dari  menggunakan kedua-dua hujung kayu sugi, sebelah sahaja sudah memadai.

3)Elakkan dari menyimpan kayu sugi di dalam tandas.
Bagi menjamin kebersihannya.

Masa Yang Digalakkan Bersugi:

1)Sebelum tidur.

2)Sebelum solat(amat digalakkan).

Rasulullah bersabda yang bermaksud:
“Kalaulah tidak memberatkan bagi umatku, maka aku akan menyuruh mereka untuk bersiwak (bersugi)
setiap kali ingin mendirikan solat.”

3)Sebelum dan selepas makan.

4)Semasa bermusafir.

5)Semasa membaca AL-QURAN.

6)Bila mulut berbau.

7)Sebelum Berzikir.

8)Sebelum menghadiri perjumpaan.

Hikmah & Kelebihan Bersugi:

1)Sunnah.

2)Membersihkan gigi,lidah dan mulut.

3)Melindungi dari kerosakan gigi.

4)Menguatkan gusi dan gigi.

5)Menghilangkan bau busuk mulut.

6)Menambah selera makan.

7)Mencerahkan mata.

Selain itu,

Diriwayatkan sepotong hadis, solah yang dikerjakan dengan bersugi adalah 70 kali lebih baik daripada solah yang dikerjakan tanpa bersugi.

Manakala,
Dalam riwayat lain pula, Rasulullah bersabda, hendaklah kamu mengambil berat tentang bersugi kerana bersugi mempunyai 10 faedah:

1) membersihkan mulut

2) menjadi sebab keredhaan Allah s.w.t

3) menyebabkan kemarahan syaitan

4) Allah dan para malaikat mengasihi orang bersugi

5) menguatkan gusi

6) menghilangkan gelema

7) mewangikan mulut

8) menghapuskan safra' (sejenis penyakit)

9) menguatkan pandangan mata

10) menghilangkan bau busuk mulut

Para ulama juga mencatatkan terdapat 70 faedah dalam bersugi, salah satunya ialah:
dapat mengucapkan kalimah syahadah ketika meninggal dunia.

Kelebihan Sugi Dari Sudut Saintifik:

Pakar sains kesihatan moden termasuk dari barat memperakui amalan bersugi baik untuk memantapkan kualiti kesihatan diri.

Menurut Kajian yang dilakukan sekumpulan pakar jantung di Veterans General Hospital, Taipei, Taiwan yang diketuai Emily Chen berjaya menyingkap rahsia kebaikan membersihkan gigi.
Dr Chen berkata, membersihkan plak pada gigi secara rutin adalah satu cara mencegah serangan strok dan penyakit jantung.
Kajian itu merumuskan, sekiranya terdapat jangkitan pada gigi, keadaan itu boleh memudaratkan seseorang dan meningkatkan risiko diserang penyakit jantung.

Rujukan:
1)Kitab Munabihat karangan Hafiz Ibnu Hajar.

2)BukuFadhilat Solah susunan Maulana Zakariya.

Sekian sahaja perkongsian dari saya ^_^

Semoga Bermanfaat Buat Kita Semua.

#SemogaAllahRedha#

Tuesday, 16 July 2013

Kita dan Al-Qur'an


In syaa Allah entry kali ini saya ingin berkongsi tentang Tanggungjawab kita sebagai Muslim terhadap Al-Qur'an, Kalamullah.

Sebagai seorang Muslim kita sepatutnya mempunyai masa dengan Al-Qur'an. Jika kita ada masa untuk menonton television, mengapa tiada pula masa untuk Al-Qur'an???
(Tepuk dada tanya Iman dan Taqwa)
Tanya Iman tau, bukan tanya Aiman, sebab kalau tanya Aiman, pasti Aiman akan balas:
"Aiman tak kesah." He.

Ok, back to our topic, Al-Qur'an.

Tugas kita sebagai Muslim bukan sahaja membacanya tetapi kita juga perlu untuk memahami, merenungi maksud dan pengajaran yang terdapat di dalamnya.

Kandungannya Al-Qur'an begitu hebat sekali sehingga tidak dapat ditandingi oleh sesiapapun, begitulah hebatnya Kalam Allah ini.

Allah swt berfirman yang bermaksud:

"Sekiranya Kami turunkan Al-Qur'an ini ke atas sebuah gunung, nescaya engkau melihat gunung itu khusyuk serta pecah belah kerana takut kepada Allah dan (ingatlah)."
(Al-Hasyr:21)

Selain itu, membaca Al-Qur'an adalah ibadah yang paling utama selepas Ibadah Solat.
Seperti yang dijelaskan oleh Baginda saw dalam hadisnya yang bermaksud:

"Ibadah yang paling utama bagi ummatku ialah membaca Al-Qur'an."
(Diriwayatkan oleh Abu Nu'aim di dalam Fadha'ilul-Qur'an)


Pahala membaca Al-Qur'an juga besar di sisi Allah swt.
Baginda ada bersabda dalam sebuah hadis dari 'Abdullah bin Mas'ud yang bermaksud:

"Sesungguhnya Al-Qur'an ini adalah hidangan Allah, oleh itu hendaklah kamu menyebutnya sekadar yang terdaya oleh kamu menyebutnya. Sesungguhnya Al-Qur'an ini adalah tali Allah, cahaya yang terang benderang dan penawar yang berguna. Penjaga kepada siapa yang berpegang kepadanya, jaminan kejayaan bagi yang mengikutinya. Ia tidak salah yang menyebabkan ia tercela, ia tidak bengkok yang menyebabkan ia perlu diperbetulkan, keajaibannya tidak kunjung habis dan ia tidak menjadi cacat sekalipun banyak (kandungannya) ditolak orang. Bacalah Al-Qur'an kerana Allah akan memberi ganjaran ke atas setiap huruf dari bacaanmu dengan sepuluh kebaikan. Aku tidak mengatakan kepadamu Alif, Lam, Mim itu satu huruf tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf."
(Riwayat Al-Hakim)

Baginda saw juga pernah berpesan kepada Abu Zar:

"Kamu wajib melazimkan dirimu membaca Al-Qur'an kerana ia adalah cahaya untuk kamu di bumi dan perbendaharaan untuk di langit."
(Riwayat Ibnu Hibban)

Ia jelas menunjukkan yang membaca Al-Qur'an itu banyak faedahnya...

Semoga kita terus istiqamah membaca, mempelajari dan mencintai kalam Agung ini.


Rujukan: Buku Maza Ya'ni (Apa Ertinya Saya Memeluk Islam) oleh Fathi Yakan.


Semoga bermanfaat buat semua ^_^

#SemogaAllahRedha#


Sunday, 14 July 2013

Tentang Cinta

Jatuh cinta itu tidak salah, asyik bercinta itu yang salah. Perasaan jatuh cinta itu anugerah Allah. Tapi, jika ia boleh melalaikan tentu ada perbuatan-perbuatan yang melalaikan, yang Allah tidak redhai.

Muhasabah semula.

Sentiasalah berdoa kepada Allah agar memelihara perasaan cinta itu sebagaimana yang Dia kehendaki, yang tidak menjauhkan kita daripada Allah swt.

Kita perlu bermujahadah. Allah sayang kepada hambaNya yang bermujahadah ^_^

Minta pada Allah agar kita dan sidia disatukan dalam rahmat dan redhaNya, dijauhkan dari kemaksiatan dan kemurkaanNya... Aamiin.

Allah swt berfirman yang bermaksud:

"(Walaupun demikian), ada juga di antara manusia yang mengambil selain dari Allah (untuk menjadi) -sekutu (Allah), mereka mencintainya, (memuja dan mentaatinya) sebagaimana mereka mencintai Allah ; SEDANG ORANG-ORANG YANG BERIMAN ITU LEBIH CINTA (TAAT) KEPADA ALLAH..."
(Al-Baqarah:165)

Pesanan buat diri dan semua...

#SemogaAllahRedha#

Friday, 12 July 2013

Kenapa Rasa Letih Beribadah? Apa solusinya?

Assalammualaikum wbt...

Pembaca yang dikasihi sekalian, mungkin kita pernah merasa letih, penat dan give up untuk melaksanakan ketaatan kepada Allah swt (Jika x pernah rasa begitu, Allahamdulillah ^^).

Sebenarnya perasaan dan rasa itu mungkin disebabkan oleh hilangnya rasa halawatul iman (kemanisan Iman) di dalam diri disamping oleh sebab godaan oleh Syaitan dan nafsu.
In syaa Allah entry kali ini saya ingin kongsikan tentang Cara ataupun Syarat untuk mendapat Halawatul Iman (Kemanisan Iman).

Mungkin ada yang pernah belajar topik ini ketika di sekolah menengah dulu, hari ini kita bincangkan semula tentangnya sebagai recall process tentang apa yang telah kita pelajari.

Hadis Nabi saw yang bermaksud:

"Barang siapa yang ada padanya tiga syarat ini, ia dapat merasai kemanisan iman:

a. Jika ia mencintai Allah dan rasulNya mengatasi kasihnya kepada yang lain. 
b. Jika ia menyintai seseorang, tidaklah ia cintai melainkan kerana Allah. 
c. Jika ia benci untuk kembali ke dalam kekufuran sebagaimana ia benci untuk memasuki api neraka."

Sumber:Buku Maza Ya'ni (Apa Ertinya Saya Memeluk Islam), Fathi Yakan.

Semoga perkongsian kali ini bermanfaat buat kita semua.

#SemogaAllahRedha#

7 Hari Seminggu

Ini merupkan Entry ke 6 saya ^_^


Sunday, 19 June 2011



Perkongsian Ilmu

Peristiwa Dalam Seminggu
ALLAH SWT  menjadikan masa dalam seminggu terdapat 7 hari iaitu ISNIN , SELASA, RABU, KHAMIS, JUMAAT , SABTU & AHAD. Dalam setiap hari ,terjadi peristiwa-peristiwa penting sepanjang zaman. Ada beberapa peristiwa penting yang terjadi di masa lampau.

- Hari Isnin-
*Naiknya Nabi Idris AS ke langit.
*Nabi Musa AS berangkat ke Bukit Tursina.
*Rasulullah SAW dilahirkan.
*Malaikat Jibril AS turun kepada Rasulullah SAW buat kali pertama.
*Amal umat Nabi Muhammad dilaporkan pada hari Isnin.
*Hari kewafatan Rasulullah SAW.
*Bukti KEESAAN ALLAH SWT diturunkan Surah Al Ikhlas (Qul Huwallahu Ahad)


-Hari Selasa-
*Wafatnya Jurjis.
*Kewafatan Nabi Yahya AS.
*Kewafatan Nabi Zakaria AS.
*Tewasnya tukang-tukang sihir Firaun.
*Kewafatan Asiah (Isteri Firaun).
*Disembelih lembu kaum Bani Israel.
*Terbunuhnya Habil.

-Hari Rabu-
*ALLAH SWT menenggelamkan Qarun bersama keluarga dan harta kekayaannya ke dalam perut Bumi.
*ALLAH SWT menghancurkan Firaun beserta semua tentera-tenteranya.
*ALLAH SWT menghancurkan Raja Namrud  dengan memasukkan nyamuk ke dalam telinganya.
*ALLAH SWT menghancurkan Kaum Nabi Saleh AS.
*ALLAH SWT menghancurkan Kaum Nabi Hud dengan hembusan angin yang kuat.
*Syadad Bin Ad musnah.


-Hari Khamis-

*Nabi Ibrahim AS bertemu dengan Raja Mesir.
*Saudara-saudara Nabi Yusuf AS bertemu dengan Nabi Yusuf AS setelah mereka membuang dan mengaasingkannya.
*Bunyamin saudara kepada Nabi Yusuf AS datang ke negeri Mesir dan berjumpa dengan Nabi Yusuf AS.
*Nabi Ya'kub AS (ayah kepada Nabi Yusuf AS )datang ke negeri Mesir bagi berjumpa dengan Nabi Yusuf AS.
*Nabi Musa AS memasuki negeri Mesir (untuk mengajak Firaun menyembah kepada ALLAH SWT).
*Rasulullah SAW memasuki Kota Mekah (selepas perjanjian Hudaibiyah).


-Hari Jumaat-
*Pernikahan Nabi Adam AS dengan Hawa.
*Hari pernikahan Nabi Yusuf AS dengan Zulaikha.
*Hari pernikahan Nabi Musa AS dengan Shafura' binti Nabi Syuib AS.
*Pernikahan Nabi Sulaiman AS dengan Ratu Balqis (Ratu Negeri Saba').
*Hari pernikahan Rasulullah SAW dengan Khadijah.
*Hari pernikahan Rasulullah SAW dengan Aisyah Binti Abu Bakar.
*Pernikahan Saidina Ali Bin Abi Talib dengan Fatimah Az- Zahra binti Rasulullah SAW.

Di antara 7 hari dalam seminggu, hari Jumaat adalah hari yang paling mulia dan banyak fadhilatnya.
Pada hari Jumaat juga terdapat solat  Jumaat, yang tidak ada pada hari-hari lain.

Rasulullah SAW ada bersabda yang bermaksud,mafhumnya:
"Barangsiapa yang pergi menghadiri Solat Jumaat pada masa  pertama (bermula jam 7 pagi) ia seumpama berkorban seekor unta. Barang siapa yang pergi menghadiri Solat Jumaat pada masa ke-2 (bermula jam 8 pagi)ia seperti berkorban seekor lembu. Barang siapa yang pergi menghadiri Solat Jumaat pada masa ke-3 (bermula jam 9 pagi) seperti berkorban seekor kambing (Kibas). Barang siapa yang menghadiri Solat Jumaat pada masa ke-4 (bermula jam 10 pagi) ia seperti memberi hadiah seekor ibu ayam dan barang siapa menghadiri solat Jumaat pada masa ke-5 (bermula jam 11 pagi) ia seolah-olah memberi hadiah sebiji telur. Apabila imam telah naik ke mimbar , Malaikat menutup buku catatan amal dan ikut serta mendengarkan khuthbah. Mmaka barang siapa yang datang ke masjid selepas itu seolah-olah ia hanya datang umtuk solat semata-mata."


-Hari Sabtu-
*Kaum Nabi Nuh AS tidak mengikuti suruhan Nabi Nuh AS.
*Kaum Nabi Saleh AS mencabar nabinya dengan menyembelih unta yang telah diamanahkan kepada mereka.
*Saudara-saudara Nabi Yusuf AS mengkhianati Nabi Yusuf AS dengan mencampakkannya ke dalam perigi.
*Raja Firaun mencabar Nabi Musa AS.
*Orang-orang Yahudi mengkhianati dan mengejar Nabi Isa AS untuk membunuhnya. ALLAH SWT mengangkat Nabi Musa AS ke langit.
*Orang-orang Quraisy menipu dan mencabar Nabi Muhammad SAW di Darun Nadwah.
*Kaum Yahudi melanggar perintah ALLAH SWT dengan pergi menangkap ikan walaupun terdapat larangan berbuat demikian pada hari itu.


-Hari Ahad-
*ALLAH menjadikan Neraka.
*ALLAH SWT menjadikan 7 lapisan Bumi.
*Hari terciptanya 7 lautan.
*ALLAH SWT menjadikan 7 anggota Nabi Adam AS.
*ALLAH SWT menjadikan bilangan hari yang 7.
*ALLAH SWT menjadikan bintang-bintang yang beredar.
>Naiknya Nabi Idris AS ke langit .
> Nabi Musa AS berangkat ke bukit Thursina.
>Rasulullah SAW dilahirkan.
> Malaikat Jibril AS turun kepada Rasulullah SAW buat pertama kalinya.
> Amal perbuatan umat Nabi Muhammad SAW dilaporkan pada hari Isnin.
>Hari kewafatan Rasulullah SAW.
>Bukti Ke ESaan ALLAH SWT (Surah Al-Ikhlas) diturunkan.

Salam Mujahadah (^_^)


#SemogaAllahRedha#

Pembuka Yang Masyhur

Merupakan entry ke 4 saya, ditulis pada:

Friday, 29 April 2011



Assalamualaikum....

Alhamdulillah dpt jga bkngsi sdkit kli ini....Kli ni nk kngsi sdkit apa yg ada sy tbca hri tu.... Mudh2n dri kish ni dpt kta sdkit smgt bru dlm mnmpuh khdupn ni...InsyaALLAH....
(Maaf, pkngsian ni sy copy paste dri suatu smber...Enjoy it.)
SULTAN MUHAMMAD AL FATEH..



SULTAN MUHAMMAD AL-FATEH
oleh Abu Zulfiqar Amsyari

PENGENALAN

Sultan Muhammad II yang lebih dikenali sebagai Sultan Muhammad al-Fateh (Pembuka Konstantinople) ialah salah seorang tokoh pejuang Islam dalam kalangan pemerintah selain beberapa orang lagi dalam kelompok yang sama seperti Sultan Salahuddin al-Ayyubi (Penyelamat Jerusalem) dan Sultan Saifuddin Muzaffar al-Qutuz (Penghancur Monggol). Dia menerajui umat Islam melalui Empayar Uthmaniyyah yang berpusat di Turkistan (Turki). Gelaran “Al-Fath” itu bersempena kejayaannya ‘membuka’ Konstantinople.

Imam Ahmad meriwayatkan bahawa Nabi Muhammad saw pernah berkata: “Konstantinople akan ditakluki oleh tentera Islam. Rajanya adalah sebaik-baik raja, dan tenteranya adalah sebaik-baik tentera.”

Hadis ini telah membakar semangat sekian banyak tokoh dan tentera Islam untuk menakluki dan ‘membuka’ Konstantinople yang terkenal dengan keutuhan tembok berlapisnya. Dari semasa ke semasa ada saja perwira yang mahu diri mereka memenuhi maksud hadis Nabi itu. Sejak zaman para sahabat sehingga 800 tahun kemudiannya, pelbagai kempen ketenteraan dilakukan namun kesemuanya gagal menembusi tembok Konstantinople. Konstantinople yang berada dalam Empayar Byzantine ini sangat penting kerana ia merupakan laluan utama untuk ‘membuka’ Eropah keseluruhannya. Runtuh sahaja pintu Eropah, bermaksud mudahlah untuk sesiapa sahaja menerobos ke luar sana.

Tuhan menzahirkan kebenaran kata-kata Nabi Muhammad saw itu melalui Sultan Muhammad al-Fateh. Namun kita kena memahami satu perkara, iaitu Konstantinople dibuka sekurang-kurangnya dua kali. Sultan Muhammad al-Fateh ialah pembuka yang pertama manakala pembuka utamanya akan datang tidak lama lagi. Bahagian ini akan dibincangkan dengan lebih lanjut di bawah nanti.

Seorang sahabat Nabi bernama Abu Ayyub al-Ansari menemui kesyahidannya berhampiran tembok kota Konstantinople. Dia melancarkan serangan pada zaman Kekhalifahan Bani Umayyah. Dikatakan antara hujah Abu Ayyub ke sana ialah kerana dia pernah mendengar Rasulullah saw memberitahu bahawa akan ada seorang lelaki yang akan dikuburkan di sana. Dia berharap agar dialah orangnya. Selain itu, jika dia gagal membuka Konstantinople, dia berharap dapat mendengar derap kuda “sebaik-baik raja dan tentera” itu.

ZAMAN KECIL

Sultan Muhammad al-Fateh dilahirkan pada 30 Mac 1432 di sempadan Turki-Bulgaria. Bapanya Sultan Murad II (1401-1451) seorang yang soleh, handal dalam perang jihad dan mempunyai wawasan yang hebat. Dia memberikan didikan yang sempurna kepada anaknya sehingga Muhammad jadi seorang yang berketrampilan sejak kecil lagi.

Muhammad belajar dan menguasai pelbagai cabang ilmu seperti agama, politik, seni tempur dan beladiri, ilmu peperangan, tasauf, psikologi dan lain-lain. Dia berkebolehan dalam 7 bahasa iaitu bahasa Arab, Turki, Greek, Hebrew, Parsi, Latin dan Serbia. Hal ini menggambarkan kecerdasannya yang luar biasa.

Kekhalifahan Uthmaniyyah yang bermazhab Ahli Sunnah wal Jamaah aliran Asha’irah dan bermazhab Hanbali itu sangat mementingkan ilmu tasauf kesufian. Pihak istana mengamalkan Tariqat Naqshabadiyyah. Para khalifah mempunyai bilik suluk khas mereka. Peribadi yang banyak membentuk rohani Sultan Murad dan anaknya ini ialah seorang mursyid besar Tariqat Naqshabandiyyah iaitu Syeikh Shamsuddin al-Wali, seorang berketurunan Sayyidina Abu Bakar. Dia bertindak sebagai penasihat kepada Kerajaan Turki Uthmaniyyah ketika itu.

Ketika Muhammad masih dalam buaian, Syeikh Shamsuddin pernah berkata kepada Sultan Murad, bahawa bukan baginda yang akan menguasai Konstantinople tetapi anaknya yang ketika itu sedang berada dalam buaian itu.

ZAMAN REMAJA

Muhammad al-Fateh mula memangku jawatan sebagai pemerintah daulah Islam pada tahun 1444 ketika baru berusia 12 tahun. Ketika itu bapanya iaitu Sultan Murad ada urusan di luar kerajaan. Tugas ini dijalankannya dengan baik selama hampir 3 tahun. Pada tahun 1451, ketika usianya 19 tahun, barulah dia secara rasminya menjawat jawatan khalifah. Sultan Muhammad ialah khalifah Uthmaniyyah yang ke-7.

ZAMAN DEWASA

Sultan Muhammad al-Fateh memimpin sendiri 25 kali kempen ketenteraan sepanjang hidupnya. Walaupun dia ketua seluruh umat Islam pada zaman itu, namun dia seorang yang berjiwa rakyat. Dikatakan ketika tentera Islam membina Benteng Rumeli Hisari, Sultan Muhammad membuka serban dan bajunya lalu turut sama menjadi buruh binaan.

Sultan Muhammad sangat gemar mengenakan serban, begitu juga dengan tentera dan rakyat Turkistan ketika itu. Selain daripada mempraktikkan sunnah, serban besar mereka itu tidak lain ialah kain kafan mereka sendiri. Hal ini menunjukkan kecintaan mereka kepada syahid pada bila-bila masa dan tentunya kecintaan kepada sunnah. Sebab itu kesemua tentera Islam pada zaman itu mengenakan serban.

Walaupun Sultan Muhammad sudah dilantik sebagai khalifah, tetapi dia masih memerlukan tunjuk ajar bapanya, yang juga mahagurunya. Oleh itu, sungguhpun Sultan Murad sudah bersara dan mahu memberi tumpuan pada amal ibadah, Sultan Muhammad tetap mahu bapanya ke medan juang. Setelah Sultan Murad uzur, barulah dia dibiarkan berehat. Kata-kata Sultan Muhammad al-Fateh kepada bapanya setelah dia menjawat jawatan khalifah:

“Kalau ayahanda fikir ayahanda masih seorang khalifah, menjadi kewajipan ayahanda untuk turun ke medan perang. Tapi jika ayahanda memandang saya yang khalifah, maka saya perintahkan ayahanda untuk turun berjuang.”

Begitulah lebih kurang. Dengan kata-kata ini, Sultan Murad tidak dapat berhelah lagi. Memang benar, perjuangan tidak ada hari berhentinya.

MEMBUKA KONSTANTINOPLE

Sebelum melakukan kempen ketenteraan ke atas Konstantinople, Sultan Muhammad membuat persediaan rapi. Dia belajar daripada sejarah yang menyaksikan sekian banyak kegagalan tentera Islam terdahulu dalam menyerang kota tersebut. Dengan tembok kota berlapis empat, setinggi 25 kaki dan berparit air di hadapannya, kota ini sungguh kebal. Untuk itu perancangan dan persediaan yang luar biasa mesti dilakukan.

Antara langkah awal yang diambil oleh Sultan Muhammad al-Fateh ialah mengerahkan pembinaan meriam paling besar dan berkuasa pada zaman itu. Meriam ini mampu menembak sejauh satu batu dengan peluru antara 300-1600 kilogram setiap biji. Tentera musuh memang gentar akan teknologi ketenteraan umat Islam ini. Meriam ini hanya boleh melepaskan 15 tembakan setiap hari. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya untuk umat Islam menguasai teknologi.

Tentera Islam tiba di Konstantinople dengan jumlah lebih kurang 150,000 orang. Apabila mereka solat berjemaah beramai-ramai, gementar hati tentera musuh melihat betapa ramai, berdisiplin, harmoni, bersungguh-sungguh dan bersatu hatinya tentera Islam. Dari segi psikologi, moral tentera musuh sudah menjunam jatuh.

Selain tembok kebal, penghalang besar antara tentera Islam dengan Kota Konstantinople ialah Selat Bosphorus. Kapal-kapal tentera Islam tidak dapat membuat serangan kerana tentera Kristian sudah memasang rantai besi yang merentangi selat. Strategi ini berjaya menghalang kemaraan tentera Islam untuk tempoh yang agak lama juga.

Sultan Muhammad yang berusia 21 tahun dan tenteranya tiba di Konstantinople pada 19 April 1453. Mereka menghujani kota itu dengan tembakan meriam selama 48 hari, namun Konstantinople masih utuh berdiri. Pihak musuh diperteguhkan pula dengan bantuan daripada Pope berupa 5 buah armada perang. Oleh itu, mereka yakin tentera Islam akan kehabisan ikhtiar, kelesuan dan akhirnya akan pulang dengan tangan kosong.

Satu keajaiban berlaku. Pada suatu malam, Sultan Muhammad mengerahkan tenteranya menggerakkan kapal melalui jalan darat. Mereka menarik kapal-kapal itu lalu melabuhkannya di dalam selat. Hal ini memang satu idea yang sungguh luar biasa.

Esoknya, tentera Kristian terkejut besar melihat sebanyak 72 kapal perang tentera Islam sudah berada di dalam selat dan bersedia melancarkan serangan. Mereka berasa hairan kerana rantai perentang masih tidak terjejas, jadi bagaimana kapal-kapal tentera Islam boleh melompat masuk? Ketika inilah peperangan hebat berlaku.

Sudah berlalu 53 hari namun Konstantinople tetap gagah. Sultan Muhammad tidak boleh membiarkan keadaan ini berterusan. Dengan tekad muktamad dia memberikan ucapan : “Saya hendak mati! Sesiapa yang mahu mati, mari ikut saya!”

Ucapan ini benar-benar membakar semangat tentera Islam. Seorang pahlawan bernama Hasan Ulubate dan 30 orang perajurit menyerbu masuk ke kubu musuh. Mereka berjaya memacakkan bendera daulah Islam di dalam kubu. Bendera yang berkibar itu membuatkan tentera Islam ‘naik syeikh’. Mereka bertarung sambil mengharapkan syahid. Dengan izin Allah, akhirnya Konstantinople tunduk melutut ke bawah tentera Islam. Hasan Ulubate dan 30 orang perajuritnya berjaya mendapatkan syahid. Allahu Akbar!

Konstantinople ialah kubu utama Kerajaan Byzantine. Kerajaan Byzantine lemah lalu akhirnya hancur selepas kota ini jatuh ke tangan Sultan Muhammad al-Fateh. Sultan Muhammad menukar nama Konstantinople kepada Islambol, yang membawa maksud “Islam Keseluruhannya”. Nama Islambol diubah pula kepada “Istanbul” oleh seorang musuh Allah bernama Mustafa Kamal Attarturk, Bapa Pemodenan Turki. Gereja St Sophies ditukar oleh Sultan Muhammad menjadi masjid, iaitu Masjid Aya Sophia. Sekarang dijatuhkan maruahnya sebagai sekadar sebuah muzium.

Selepas itu Sultan Muhammad menyebarluaskan lagi agama tauhid ke Hungary, Bosnia, Serbia, Albani dan sekitarnya.

JUMAAT BERSEJARAH

Selepas berjaya menakluki Konstantinople, sampailah ketikanya untuk tentera Islam mengerjakan solat Jumaat yang pertama kalinya di sana. Timbul satu masalah, siapakah yang akan bertugas sebagai imam? Sultan Muhammad al-Fateh bertitah kepada tenteranya:

“Siapakah antara kamu yang pernah meninggal solat fardhu setelah baligh, sila duduk.”

Tidak ada seorang pun dalam ribuan perajurit itu yang duduk. Maksudnya mereka tidak pernah meninggalkan kewajipan solat fadhu. Beginilah salah satu ciri sebaik-baik tentera.

“Siapakah antara kamu yang pernah meninggalkan solat rawatib setelah baligh, sila duduk.”

Sebahagian daripada tenteranya duduk.

“Siapakah antara kamu yang pernah meninggalkan solat tajahud setelah baligh, sila duduk.”

Semua tenteranya duduk, kecuali Sultan Muhammad sendiri. Hal ini menunjukkan pemerintah besar ini tidak pernah meninggalkan solat fardhu, solat rawatib dan solat tahajjud sejak dia cukup umur. Alangkah hebatnya peribadi seorang pemimpin sebegini! Ada lagikah pemimpin umat Islam yang sebegini?

AKHIR HAYAT

Sultan Muhammad al-Fateh meninggal dunia pada 3 Mei 1481 di Hurkascayiri, Gebe. Ada pendapat mengatakan dia meninggal kerana menderita penyakit ghout. Ada pula yang mengatakan dia diracun.

Siapa yang meracunnya? Seorang Yahudi bernama Maesto Jakopa. Ada orang mengaitkan putera Sultan Muhammad sendiri dalam hal ini. Allahu a’lam.

KISAH POTRET SULTAN MUHAMMAD AL-FATEH

Potret ini memang masyhur. Siapakah pelukisnya?

Pelukisnya ialah seorang Itali bernama Genti le Bellini. Dia dihantar oleh Senat Venice ke Istanbul pada tahun 1479 untuk bertemu dengan Sultan Muhammad al-Fateh atas urusan hubungan diplomatik. Dialah yang melukis potret baginda.

PEMBUKA KONSTANTINOPLE SETERUSNYA

Hadis Nabi bercerita tentang kedatangan Yakjuj Makjuj. Kedatangan tentera Khazar, Monggol dan Rusia juga ternyata gerombolan Yakjuj Makjuj. Namun Yakjuj Makjuj yang utama akan muncul selepas kedatangan Imam Mahdi dan Nabi Isa al-Masih nanti.

Begitu juga dalam kes Pembuka Konstantinople. Sultan Muhammad al-Fateh dan tenteranya memang benar sebaik-baik raja dan tentera pada zaman mereka yang berjaya membuka Konstantinople, namun Pembuka Konstantinople yang utama akan tiba tidak lama lagi. Mereka juga sebaik-baik raja dan tentera, untuk penghujung akhir zaman ini.

Kita lihat apa yang dinukilkan oleh Syeikh Ibnu Hajar al-Haitamy dalam kitabnya Al-Qaul al-Mukhtasor fi ‘Allamah al-Mahdiy al-Muntazor:

“Al-Mahdi akan memerangi Rom selama 3 hari. Pada hari ketiga itulah Rom runtuh. Kemudian menyerang Konstantinople. Ketika mereka membahagi-bahagikan emas di Konstantinople dengan memakai takaran perisi, tiba-tiba ada orang yang berteriak: “Sesungguhnya Dajjal telah menundukkan keluarga-keluarga kamu semua.”

“Al-Mahdi akan menundukkan Konstantinople dan Jabal ad-Dailam.” (Abu Nuaim)

Rasulullah bersabda:

“Sesungguhnya mereka menundukkan Konstantinople dan Rom dengan membunuh 40,000 jiwa……. Ketika mereka membahagi-bahagikan harta rampasan perang, tiba-tiba mereka dikejutkan dengan berita kedatangan Dajjal…”

Sabda Nabi:

“Peperangan yang terbesar ialah tertakluknya Konstantinople. Dan keluarnya Dajjal ialah selama 7 bulan.”

Hadis riwayat al-Hakim:

“Sesungguhnya pasukan yang menundukkan Konstantinople ialah pasukan Hijaz……. Kemudian mereka dikejutkan dengan orang meneriakkan tentang kedatangan Dajjal.”

“Tertakluknya Konstantinople ialah keluarnya Dajjal.”

“Ketika menundukkan Konstantinople, Al-Mahdi menancapkan benderanya untuk mengambil wudhuk dan mengerjakan solat Subuh.”

Cuba perhatikan, penaklukan Konstantinople dikaitkan dengan al-Mahdi dan pra-kezahiran Dajjal. Maksudnya pembukaan utama Konstantinople belum berlaku. Ia akan dibuka oleh sebaik-baik raja dan tentera iaitu Imam Mahdi dan pasukannya.

Anda mahu jadi salah seorang ahli pasukannya yang sebaik-baik tentera itu? Bandingkan amalan anda dengan amalan para perajurit Pembuka Konstantinople yang pertama iaitu tentera Sultan Muhammad al-Fateh. Tentunya kualiti tentera yang membuka akan membuka Konstantinople kali ini adalah lebih hebat daripada yang pertama. Layakkah anda?

Satu hal yang menarik, orang yang mengatakan Konstantinople akan jatuh ke tangan tentera Islam ialah Nabi Muhammad saw, Pembuka Konstantinople yang pertama ialah Sultan Muhammad manakala Pembuka Konstantinople yang utama ialah Muhammad bin Abdullah iaitu al-Mahdi. Ketiga-tiganya Muhammad.

“Tidaklah kami pernah melihat ataupun mendengar hal ajaib seperti ini. Muhammad al-Fateh sudah menukar darat menjadi lautan, melayarkan kapalnya di puncak gunung dan bukannya di ombak lautan. Sesungguhnya Muhammad al-Fateh dengan usahanya ini telah mengatasi Alexander The Great!”- Ahli Sejarah Byzantine
Sultan Muhamad al-Fateh dilahirkan pada 27 Rajab 835 Hijrah bersamaan 29 Mac 1432 M dan meninggal dunia pada 3 Mei 1481.
Ketika berumur 19 tahun beliau menaiki takhta menggantikan ayahnya Sultan Murad.  Baginda menjadikan Adrianopel (Adana) pusat pemerintahan dan ibu kotanya bagi memudahkan cita-citanya menawan Konstantinopel.  Dan ketika berusia 21 tahun Sultan Muhamad al Fateh berjaya menakluk Konstantinopel pada 29 Mei 1453 bersamaan 20 jamadil awal 857 hijrah.



Kota Konstantinopel yang kini dinamakan Istanbul (Islam keseluruhannya), terletak di sempadan antara benua Eropah dengan Asia. Ia dihubungkan oleh Selat Bosphorus. Sebelum itu Kota Konstantinopel pernah cuba ditakluk oleh bangsa Gothik, Parsi, Bulgaria dan Rusia tetapi tidak berjaya. Umat Islam berusaha menawan kota tersebut kerana percaya dengan hadis Rasulullah SAW yang mengatakan Konstantinopel akan ditawan oleh orang Islam.


Setelah lebih 800 tahun hadis itu diucapkan oleh Rasulullah SAW barulah menjadi kenyataan. Seorang sahabat Rasulullah SAW bernama Abu Ayyub Al-Anshari RA gugur syahid lalu dikebumikan di sisi benteng Konstantinopel.


Sultan Muhammad al-Fateh sejak dalam buaian lagi sudah diisyaratkan bakal mencipta sejarah oleh seorang alim, Syeikh Syamsuddin Al Wali. Beliau pernah berkata kepada Sultan Murad (ayah kepada Muhammad al-Fateh):


“Wahai Sultan Murad, bukan tuanku yang akan membebaskan kota konstantinopel, tetapi anak yang dalam buaian itu,” sambil menunjuk Muhammad al-Fateh yang masih di dalam buaian.


Sejak itu Muhammad al-Fateh dilatih hidup sederhana, dididik dengan ilmu agama dan ilmu peperangan. Beliau membesar sebagai pemuda yang tampan. Bentuk badannya tegap, kuat dan tinggi. Pipinya putih kemerah-merahan dan hidungnya mancung.


Beliau mula menaiki takhta ketika umurnya 19 tahun. Di kala itu baginda sudah begitu arif dengan tipu helah musuh. Pernah Maharaja Konstantinopel mengirim guru-guru terbaik untuk mendidiknya tentang adab dan adat istiadat kehidupan raja-raja, tetapi beliau menolaknya lalu menyuruh guru-guru tersebut pulang.


Kemudian baginda membina benteng yang dinamakan Rumeli Hisarri yang bermaksud benteng orang-orang Rom. Baginda sendiri membuka baju dan serbannya, mengangkat batu dan pasir hingga ulama-ulama dan menteri-menteri terpaksa ikut serta.

Sultan Muhamad al-Fateh menukar nama Kota Konstantinopel kepada Istanbul lalu menjadikan ibu kotanya. Kemudian beliau menakluk Serbia pada tahun 1460 dan Bosnia pada tahun 1462. Seterusnya Sultan Muhamad al Fateh menakluk Italia, Hungari, dan Jerman. Ketika berada dikemuncak kegemilangannya, Sultan Muhamad al Fateh memerintah 25 buah negeri.  Kemudian dia membuat persiapan menakluk Rhodesia tetapi meninggal dunia kerana diracun oleh seorang Yahudi bernama Maesto Jakopa
Sultan Muhammad Al Fateh yang dilahirkan pada 29 Mac 1432 itu telah meninggal dunia pada 3 Mei 1481 ketika berusia 49 tahun....


Wallahualam....Mudah2n kita sentiasa dalam rahmatNYA.....


Salam Mujahadah buat semua...(^_^)

#SemogaAllahRedha#